Sabtu, 24 September 2016

Critical Review : A Universal Code of Ethics for Professional Accountants: Religious Restrictions


 CRITICAL REVIEW

Judul
A Universal Code of Ethics for Professional Accountants: Religious Restrictions
Penulis
Marcela Espinosa-Pike, dan Ittaso Barrainkua
Publikasi
China-USA Business Review, March 201, Vol. 13, No. 3, Page: 165-11
Reviewer
Ampe Daryanti (10800113162) / Akuntansi

CRITICAL

Berikut ini merupakan kritik dan apresiasi saya dalam mereview jurnal yang berjudulkan “A Universal Code of Ethics for Professional Accountants: Religious Restrictions” :
A.      Judul dan keseluruhan isi dari penelitian ini cukup menarik, hal ini dikarenakan penulis mengangkat isu-isu yang masih sangat ramai diperbincangkan hingga saat ini  yaitu isu terkait dengan etika seorang akuntan, bahwa masih maraknya terakhir hingga saat ini masih banyak sekali pelanggaran-pelanggaran yang terjadi didalam dunia akuntansi. Hal tersebut juga dapat dipertegas oleh O’Leary dan Cotter (2000) yang mengungkapkan bahwa etika juga merupakan isu yang akan selalu berada pada garis depan untuk dibahas dalam setiap diskusi yang berkaitan dengan profesionalisme dalam dunia akuntansi. Selain itu, masih minimnya beberapa literature yang belum mengamati pengaruh agama terhadap sebuah keputusan pengadopsian kode etik dan pengembangan atas kode tersebut membuat saya turut mengapresiasi kesungguhan penulis dalam mengkaji penelitian ini. *O’Leary, C., & Cotter., D. 2002. “The Etics Of Final Year Accountancy Students: An International Comparison”. Manajerial Auditing Journal
B.      Secara menyeluruh penggunaan bahasa dan kalimat di penelitian ini cukup jelas dan mudah untuk dipahami.
C.       Agama-agama besar dunia memiliki moral yang ajaran dan dalam berbagai cara menunjukkan ketidaksetujuan terhadap tindakan tidak etis. Kebanyakan mereka mengajarkan bahwa Allah Maha Tahu mengamati tindakan manusia dan meminta tanggungjawab atas tindakan mereka. Oleh karena itu, adalah logis untuk mengasumsikan bahwa penganut suatu agama akan kurang toleran terhadap perilaku tidak etis. Disamping melihat bahwa dalam penelitian ini menghasilkan hubungan yang positif antara agama dan perilaku etis, penelitian empiris lainnya telah gagal untuk menemukan hubungan kuat positif antara keyakinan agama dan sikap etis. Agle dan Van Buren (1999) mensurvei 233 mahasiswa MBA dan 68 siswa Executive MBA dan menemukan bahwa terdapat hubungan yang lemah dan ketidakkonsistenan antara kualitas agama dan sikap yang menguntungkan terhadap tanggung jawab sosial perusahaan.
Selain itu, Brammer et al (2006) bekerja dari sampel lebih dari 17.000 orang dari lebih dari 20 negara dan mewakili beberapa agama besar dunia menemukan bahwa tidak preferensi umum mencolok untuk Model yang lebih luas dari tanggung jawab sosial perusahaan di antara mereka mengekspresikan afiliasi agama dibandingkan mereka tanpa afiliasi tersebut. Lalu dalam percobaan, Bloodgood et al (2007) menemukan bahwa siswa sekolah bisnis yang sering menghadiri ibadah jasa cenderung menipu daripada siswa yang hadir jarang. Kemudian dalam sebuah penelitian menggunakan data dari lebih dari 63.000 orang dari 44 negara, Parboteeah et al (2007) menemukan bahwa pengetahuan agama tidak berpengaruh pada kemauan untuk membenarkan perilaku etis dipertanyakan, komitmen untuk agama dan praktek agama tidak membuat orang kurang bersedia untuk membenarkan perilaku tersebut. Melihat adanya kontradiktif atas hasil penelitian diatas, maka saya condong untuk mempercayai dan mendukung bahwa terhadap hubungan positif antara religiusitas dan perilaku etis. Hal ini dikarenakan mengingat bahwa setiap manusia memiliki keyakinannya atas kepercayaannya pastilah secara tidak langsung hal itu mempengaruhi setiap perilakunya. Sebagaimana yang juga dikatakan oleh Ludigdi dan Kamayanti (2012) dengan adanya konsep ketuhanan, manusia sadar akan peran dan hubungannya dengan Tuhan maka tindakan etispun tidak dapat terjadi. Selain itu, dukungan ini juga diperkuat oleh penelitian Parboteeah dan Cullen (2007) yang dilakukan dengan total sampel termasuk tanggapan dari 3111 profesional bisnis, dari setiap dari enam belas sketsa berbagai dilema etika yang diberikan hasil penelitian tersebut menemukan bahwa agama berpengaruh signifikan terhadap sikap etis individu.
*Agle R. Bradley and Buren Van.  J. Harry. 1999. God and Mammon: The Modern Relationship. Business Ethics Quarterly. Vol 9, page: 563-82.
*Bloodgood M. James, Turnley H. William and Mudrack Peter. 2007. The Influence of Ethics Instruction, Religiosity, and Intelligence on Cheating Behavior. Journal of Business Ethics Vol. 82, page: 557-71.
*Brammer J. Stephen, Williams A. Geoffrey and Zinkin John. 2006. Religion and Attitudes to Corporate Social Responsibility in a Large Cross-Country Sample. Journal of Business Ethics Vol. 71, page: 235.
*Emerson LN Tisha and Mckinney A. Joseph. 2010. Importance of Religious Beliefs to Ethical Attitudes in Business. Journal of Religion and Business Ethics. Volume 1, Edisi 2.
*Ludigdo Unti dan Kamayanti Ari. 2012. Pancasila as Accountants Ethics Imperialism Liberator. Vol.2, hal:159-168.
*Parboteeah Praveen K, Hoegl Martin and Cullen B John. 2007. Ethics and Religion: An Empirical Test of a Multidimensional Model. Journal of Business Ethics Vol. 80, page: 387-98.
D.      Ditinjau dari metodologi penelitian yang dilakukan oleh penulis, dimana data-data yang diperoleh memiliki tenggang waktu rehat yang terbilang cukup lama, mengingat bahwa IFAC terus berkembang dan mengalami penambahan pengadopsi kode etik dan penambahan anggota maka hal ini mengakibatkan adanya kemungkinan ketidakakuratan data yang diperoleh sebulumnya dan yang telah direvisi.
E.      Kepustakaan yang digunakan oleh peneliti terbilang cukup relavan dan jelas, hanya saja paper yang dijadikan referensi oleh peneliti terbilang sudah lama tahun terbitnya dan tidak update. Oleh karenanya, diharapkan dalam penelitian selanjutnya penulis dapat menambahkan referensi yang lebih up to date


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Danau Tanralili ( Surga Di Kaki Gunung Bawakaraeng)

Sumb er: Dokum entasi Pribadi M e nd e ngar kata Gunung Bawakara e ng s e kilas akan t e rlintas angan t e ntang k e tinggian dan huta...